Analisis Pengisian Baterai Pada Station Charging di Bus Listrik Low Entry Merk Skywell dan SAG
Kata Kunci:
bus listrik, pengisian daya, efisiensi energi, SAG, SkywellAbstrak
Bus listrik di zaman sekarang dinilai efektif dalam mengurangi polusi yang membahayakan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa dari pengisian baterai pada dua unit bus listrik jenis Low Entry yang beroperasi di jalur 4C Transjakarta, yaitu merk Skywell dan SAG. Penelitian ini dilaksanakan melalui observasi dan pengumpulan data selama 3 bulan terhadap proses pengisian daya di masing-masing station charging. Sehingga kajian penelitian ini meliputi efesiensi konsumsi energi, kecepatan pengisian, dan perbandingan biaya operasional terhadap bus konvensional berbahan bakar solar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa stasiun pengisian Skywell lebih hemat dalam konsumsi daya, unit SAG memiliki tingkat konsistensi dan kecepatan yang lebih tinggi. Akan tetapi, secara keseluruhan, biaya operasional kedua bus listrik yaitu Skywell dan SAG jauh lebih rendah dibandingkan bus berbahan bakar solar. Hal tersebut menjadikan bahwa kendaraan listrik sebagai solusi Transportasi yang lebih efisien secara ekonomi dan ramah lingkungan.
Referensi
[1] Susanti, N. L. (2021). Kebijakan Pemerintah dalam Percepatan Kendaraan Listrik. Jurnal Transportasi Nasional, 9(2), 45–53.
[2] Presiden Republik Indonesia. (2019). Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019
[3] Wahyuni, D., & Kurniawan, A. (2022). Evaluasi Penggunaan Bus Listrik Transjakarta. Jurnal Rekayasa Transportasi, 11(1), 23–30.
[4] Zhang, Y., et al. (2021). Comparison of Electric Bus Energy Efficiency with Diesel Bus. Applied Energy, 288, 116667.
[5] Xu, R., et al. (2020). Lifecycle Cost Assessment of Electric Buses. Transportation Research Part D, 85, 102398.
[6] Budianto, A., & Pratama, H. (2023). Analisis Kecepatan Pengisian Baterai Bus Listrik di Jakarta. Jurnal ElektroMobilitas, 3(1), 12–19.
[7] Chen, Y., et al. (2022). Fast Charging Behavior and Impact on Battery Life in Electric Buses. Energy Reports, 8, 3591–3601.
[8] Rahardjo, F. et al. (2024). Perbandingan Kinerja Pengisian Daya Antara Bus Listrik Skywell dan Yutong. Jurnal Energi & Transportasi,
[9] Novita, R., & Lestari, A. (2021). Efisiensi Energi pada Bus Listrik dengan Sistem Charging Station. Jurnal Teknik Mesin, 17(2), 58–66.
[10] Lee, J., et al. (2020). Effect of Battery Temperature on Charging Efficiency. Journal of Power Sources, 479, 228803.
[11] Liu, W., & Wang, H. (2020). Real-world Charging Behavior of Electric Bus Fleets. Energy Policy, 144, 111620.
[12] Harahap, R., & Putri, E. M. (2023). Studi Kinerja Operasional Bus Listrik di Perkotaan. Jurnal Inovasi Transportasi, 4(2), 87–95.
[13] Wijaya, K., & Andika, T. (2022). Simulasi Penggunaan Charging Station pada Bus Listrik. Jurnal Energi Terbarukan, 6(1), 41–49.
[14] Sitorus, R., & Hidayat, S. (2020). Analisa Efisiensi Operasional Kendaraan Listrik di Indonesia. Jurnal Keteknikan, 22(3), 151–159.
[15] Fang, H., et al. (2023). Optimal Scheduling of EV Charging in Urban Transit Systems. Journal of Cleaner Production, 403, 136716.
[16] Utami, S., & Yulianto, A. (2025). Pengaruh Infrastuktur Pengisian terhadap Efisiensi Bus Listrik. Jurnal Rekayasa Energi, 9(1), 25–32.
[17] Kementerian ESDM. (2020). Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2020.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Ghilan Rahmatillah, Frans Tohom, Joko Siswanto (Author)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
