Kesiapan Daerah Mengelola Transportasi Publik Pascasubsidi Pusat: Strategi SWOT Trans Metro Dewata
Kata Kunci:
Trans Metro Dewata, keberlanjutan, transportasi publik, analisis SWOT, pascasubsidiAbstrak
Trans Metro Dewata (TMD) merupakan layanan transportasi publik di Bali yang diluncurkan pada tahun 2020 melalui skema subsidi pemerintah pusat. Layanan ini berperan penting dalam menurunkan biaya transportasi masyarakat, mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, serta mendukung konektivitas ekonomi lokal dan pariwisata. Namun, penghentian subsidi pada Januari 2025 menyebabkan terhentinya layanan selama lebih dari empat bulan akibat belum siapnya pendanaan dari pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi keberlanjutan layanan TMD pasca-subsidi pusat, mengidentifikasi posisi strategisnya dalam matriks SWOT, serta merumuskan strategi keberlanjutan yang relevan. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif dengan pendekatan SWOT, melalui studi dokumentasi, observasi, dan wawancara. Hasil menunjukkan bahwa TMD berada pada Kuadran III, yakni kondisi dengan peluang eksternal yang besar namun dihadapkan pada kelemahan internal. Strategi keberlanjutan yang disarankan adalah strategi WO (Weakness–Opportunity), seperti perbaikan infrastruktur, pengembangan sistem pembayaran inklusif, penguatan kelembagaan berbasis BLUD, serta kolaborasi multipihak. Penelitian ini berkontribusi dalam mengisi kekosongan kajian terkait kesiapan kelembagaan daerah terhadap transisi layanan transportasi publik pasca-perubahan kebijakan fiskal, serta memberikan rekomendasi kebijakan untuk model keberlanjutan transportasi publik daerah.
Referensi
[1] Badan Pengelola Transportasi Darat Wilayah XII Bali. (2023). Laporan Kinerja BPTD Wilayah XII Bali Tahun 2023. Denpasar: Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
[2] Cats, O., Susilo, Y. O., & Reimal, T. (2017). The prospects of fare integration in developing public transport networks. Transport Policy, 54, 61–69.
[3] Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
[4] Currie, G., & Delbosc, A. (2011). Exploring public transport usage trends in an ageing population. Transportation, 38(4), 763–776.
[5] David, F. R., & David, F. R. (2017). Strategic Management: A Competitive Advantage Approach, Concepts and Cases (16th ed.). Pearson.
[6] Helms, M. M., & Nixon, J. (2010). Exploring SWOT analysis – Where are we now? Journal of Strategy and Management, 3(3), 215–251. https://doi.org/10.1108/17554251011064837
[7] Howlett, M., & Mukherjee, I. (2018). Policy capacity: A design perspective. Public Administration and Development, 38(1), 3–14. https://doi.org/10.1002/pad.1813
[8] Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2021). Pedoman Pelaksanaan Program Buy The Service (BTS). Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.
[9] Kompas. (2025, April 19). Empat Bulan Mandek, Trans Metro Dewata Kembali Beroperasi. Diakses dari https://www.kompas.id/
[10] Litman, T. (2021). Evaluating Public Transit Benefits and Costs. Victoria Transport Policy Institute.
[11] Mashuri, M., & Nurjannah, N. (2020). Analisis SWOT dan formulasi strategi pengembangan transportasi berbasis lingkungan. Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik, 23(2), 134–147.
[12] Osborne, S. P., Radnor, Z., Kinder, T., & Vidal, I. (2020). Public Service Logic: Creating Value for Public Service Users, Citizens, and Society Through Public Service Delivery. Routledge.
[13] Paulley, N., Balcombe, R., Mackett, R., Titheridge, H., Preston, J., Wardman, M., & White, P. (2006). The demand for public transport: The effects of fares, quality of service, income and car ownership. Transport Policy, 13(4), 295–306.
[14] Pojani, D., & Stead, D. (2015). Sustainable urban transport in the developing world: Beyond megacities. Sustainability, 7(6), 7784–7805. https://doi.org/10.3390/su7067784
[15] Sclar, E., Lönnroth, M., & Wolmar, C. (2016). Improving Urban Access: New Approaches to Funding Transport Investment. Routledge.
[16] Shaw, J., & Black, I. (2012). Transport policy and the environment. Routledge.
[17] Yuliastuti, N., Hermawan, Y., & Djohermansyah, J. (2023). Evaluasi keberlanjutan skema Buy The Service dalam layanan transportasi publik kota menengah. Jurnal Transportasi Indonesia, 14(1), 45–58.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Ramadhan Dwi Prasetyo, Komang Anggi Wulandari (Author)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
