Evaluasi Risiko Keselamatan Operasional Bus Rapid Transit Menggunakan Pendekatan ROADC
Kata Kunci:
risk management, transbusway, ROADC, keselamatan transportasi, identifikasi bahayaAbstrak
Tingginya angka kecelakaan pada sistem transportasi massal Bus Rapid Transit (BRT) memerlukan pendekatan manajemen risiko yang sistematis untuk meningkatkan keselamatan operasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengidentifikasi faktor bahaya serta tingkat risiko operasional transbusway koridor 6H rute Lebak Bulus-Senen yang mencatat 26 kasus kecelakaan tertinggi di antara 31 koridor. Metode Risk Opportunity Assessment and Determining Control (ROADC) digunakan melalui pendekatan deskriptif kualitatif dan semi-kualitatif dengan tiga tahapan utama: identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko. Hasilnya mengidentifikasi 15 potensi bahaya yang terdistribusi pada tiga fase operasional: 3 bahaya sebelum beroperasi, 10 bahaya saat beroperasi, dan 2 bahaya setelah beroperasi. Sebelum pengendalian, 10 potensi bahaya berkategori sedang sampai tinggi dan 2 berkategori tinggi. Implementasi pengendalian berhasil menurunkan risiko menjadi 9 bahaya berkategori rendah sampai sedang, 5 berkategori sedang, dan 1 berkategori rendah, dengan eliminasi total risiko tinggi. Kondisi lalu lintas padat memerlukan pengendalian paling komprehensif meliputi aspek administratif, teknis, dan alat pelindung diri. Kontribusi yang diberikan berupa rekomendasi strategis pengendalian risiko berbasis evidensi untuk meningkatkan keselamatan operasional sistem transportasi massal.Referensi
[1] Sugianto and M. Arief Kurniawan, “Tingkat Ketertarikan Masyarakat Terhadap Transportasi Online, Angkutan Pribadi dan Angkutan Umum Berdasarkan Persepsi,” J. Teknol. Transp. dan Logistik, vol. 1, no. 2, pp. 51–58, 2020, [Online]. Available: https://doi.org/10.52920/jttl.v1i2.11
[2] A. Febrianto, M. C. H. Pamungkas, D. Sidik, M. Y. Pratama, and Sugianto, “Penilaian dan Evaluasi Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU) di PT. XYZ,” J. Abdimas Transjaya, vol. 2, no. 2, pp. 93–101, 2024, doi: 10.46447/jat.v2i2.608.
[3] A. D. R. Sisca, “MANAJEMEN BAHAYA DAN RISIKO ANGKUTAN PARIWISATA KABUPATEN BANYUMAS MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA),” J. Transp., no. 2504, pp. 1–9, 2022.
[4] B. Mardikawati et al., “Mewujudkan Wisata Bedugul yang Aman melalui Edukasi Keselamatan untuk Pengemudi dan Penumpang,” Empower. J. Pengabdi. Masy., vol. 3, no. 1, pp. 38–47, 2024, doi: 10.55983/empjcs.v3i1.440.
[5] A. R. Cahyanto, “Analisis Manajemen Bahaya Dan Risiko Di Trans Banyumas Koridor 1 Menggunakan Metode Hiradc,” 2022. [Online]. Available: http://eprints.pktj.ac.id/499/1/18020254-SKRIPSI-ABSTRAK.pdf
[6] A. C. Purpratama, F. Hanifan, R. E. Albarokah, and S. Sarjana, “Sistem Pelaporan Kecelakaan Bus Berbasis Indikator Airbag,” Berk. Forum Stud. Transp. antar Perguru. Tinggi, vol. 2, no. 3, pp. 489–498, 2024, doi: 10.19184/berkalafstpt.v2i2.986.
[7] I. W. W. Sancaya and I. M. A. M. Putra, “Tanggungjawab Perusahaan Angkutan Terhadap Kerugian yang Ditimbulkan Akibat Kelalaian Pengemudi Selama Kegiatan Penyelenggaraan Pengangkutan,” Kertha Wicaksana Sarana Komun. Dosen dan Mhs., vol. 15, no. 1, pp. 47–43, 2021, doi: 10.22225/kw.15.1.2822.47-43.
[8] E. Prayoga, K. Zaenuri, W. E. Pratama, K. T. Khasianto, and E. Pranoto, “PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PERUSAHAAN ANGKUTAN UMUM DI PT. DWI RAYA LAKSANA,” J. Abdimas Transjaya, vol. 2, no. 2, pp. 57–82, 2024, doi: 10.46447/jat.v2i2.605.
[9] M. I. H. Rizky Febrian, Muhammad Nur, Suherman, Harpito, “Analisa Keselamatan dan Kesehatan Kerja Menggunakan Metode Hazard Identification Risk Assessment & Determining Control (HIRADC) dan Job Safety Analysis(JSA) Pada Bagian Maintenance Workshop di PT. XYZ,” J. Tek. Ind. Terintegrasi, vol. 6, no. 3, pp. 652–660, 2023, doi: 10.31004/jutin.v6i3.16453.
[10] S. N. Syawal, K. Kusnadi, and S. Sutrisno, “Analisis Potensi Bahaya dengan Metode HIRADC untuk Mencegah Terjadinya Kecelakaan Kerja di Departemen Injection PT. Indonesia Thai summit plastech,” J. Serambi Eng., vol. 8, no. 1, pp. 4211–4217, 2023, doi: 10.32672/jse.v8i1.5038.
[11] A. Mawardani and C. K. Herbawani, “Analisa Penerapan Hiradc Di Tempat Kerja Sebagai Upaya Pengendalian Risiko: a Literature Review,” PREPOTIF J. Kesehat. Masy., vol. 6, no. 1, pp. 316–322, 2022, doi: 10.31004/prepotif.v6i1.2941.
[12] F. Aryadinatha, M. D. Zalliandi, R. Yuliandri, and R. Y. Anindita, “ANALISISPENILAIANSISTEMMANAJEMENKESELAMATANPERUSAHAANANGKUTANUMUM(StudiKasusPerumDamriCabangLampung),” abdimas transjaya, vol. 1, no. 2, pp. 79–88, 2023, doi: 10.46447/jat.v1i2.593.
[13] Muhammad Zulfi Ikhsan, “Identifikasi Bahaya, Risiko Kecelakaan Kerja Dan Usulan Perbaikan Menggunakan Metode Job Safety Analysis (JSA),” J. Teknol. dan Manaj. Ind. Terap., vol. 1, no. I, pp. 42–52, 2022, doi: 10.55826/tmit.v1ii.13.
[14] A. L. DIANSYAH, J. . SISWANTO, and A. . NOVIANTO, “PENGELOLAAN BAHAYA DAN RISIKO DI BENGKEL OPERATOR BRT (BUS RAPID TRANSIT)”, Jurnal Perintis, vol. 1, no. 2(Maret-April), pp. 59–66, Apr. 2025, Accessed: Jun. 14, 2025. [Online]. Available: https://ejournal.pktj.ac.id/index.php/perintis/article/view/26.
[15] A. . Rifai, F. . Tohom, and J. Siswanto, “Optimasi Pelayanan Pada Bengkel Bus Rapid Transit (BRT)”, Jurnal Perintis, vol. 1, no. 2(Maret-April), pp. 72–78, Apr. 2025, Accessed: Jun. 14, 2025. [Online]. Available: https://ejournal.pktj.ac.id/index.php/perintis/article/view/27.
[16] P. G. Alfianti, J. Siswanto, and A. Novianto, “Pengukuran Tingkat Kewaspadaan (Situation Awarness) Pada Pengemudi Angkutan Umum Dengan Metode QUASA”, Jurnal Perintis, vol. 1, no. 1(Januari-Februari), pp. 1–8, Mar. 2025, Accessed: Jun. 14, 2025. [Online]. Available: https://ejournal.pktj.ac.id/index.php/perintis/article/view/24
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Octaviana Apriadi, Joko Siswanto, Arief Novianto (Author)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
