Analisis Kondisi dan Efektivitas Penggunaan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Pacific Mall di Kota Tegal
Kata Kunci:
Jembatan Penyeberangan Orang, Efektivitas, Desain Fisik, Keselamatan Pejalan KakiAbstrak
Jembatan penyeberangan orang (JPO) dirancang untuk meningkatkan keselamatan pejalan kaki dengan memisahkan jalur pergerakan antara kendaraan dan pejalan kaki. Namun, desain JPO yang tidak memenuhi standar teknis sering menjadi faktor utama rendahnya tingkat pemanfaatan fasilitas ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian desain fisik dan efektivitas penggunaan JPO di Pacific Mall Tegal. Metode kuantitatif deskriptif digunakan dengan mengumpulkan data primer melalui observasi langsung terhadap karakteristik fisik JPO dan perilaku penyeberang jalan, serta data sekunder dari peraturan teknis terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 parameter penilaian kondisi fisik JPO, hanya 4 parameter yang memenuhi standar teknis yang berlaku, dengan ketidaksesuaian utama pada dimensi lebar jembatan (1,3m dari standar 2m), tinggi anak tangga (25,6cm dari standar 15-21,5cm), dan sudut kemiringan tangga (34° dari standar maksimal 20°). Efektivitas penggunaan JPO hanya mencapai 23,6%, termasuk dalam kategori tidak efektif, dengan mayoritas pejalan kaki (76,4%) memilih menyeberang langsung di jalan raya. Faktor ketidaknyamanan akibat ketidaksesuaian dimensi fisik JPO dengan standar dan akses yang tidak ramah bagi semua pengguna diduga menjadi penyebab utama rendahnya tingkat penggunaan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya redesain JPO yang memenuhi standar teknis, peningkatan fasilitas pendukung seperti pelindung cuaca dan penerangan yang memadai, serta pemeliharaan rutin untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna.Referensi
[1] S. Marisamynathan and P. Vedagiri, "Modeling pedestrian level of service at signalized intersection crosswalks under mixed traffic conditions," Transportation Research Record, vol. 2672, no. 35, pp. 1-11, 2018, doi: 10.1177/0361198118787094.
[2] X. Zhuang and C. Wu, "The safety margin and perceived safety of pedestrians at unmarked roadway," Transportation Research Part F: Traffic Psychology and Behaviour, vol. 15, no. 2, pp. 119-131, 2012, doi: 10.1016/j.trf.2011.11.001.
[3] W. Agustina, Efektifitas Jembatan Penyeberangan. Semarang: Universitas Diponegoro, 2004.
[4] P. R. Anciaes and P. Jones, "A comprehensive approach for the appraisal of the barrier effect of roads on pedestrians," Transportation Research Part A: Policy and Practice, vol. 134, pp. 227-250, 2020, doi: 10.1016/j.tra.2020.02.003.
[5] Direktorat Jenderal Bina Marga, Tata Cara Perencanaan Jembatan Penyeberangan untuk Pejalan Kaki di Perkotaan. No.: 027/T/Bt/1995. Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum, 1995.
[6] Kementerian PUPR, Surat Edaran Menteri PUPR No. 02/SE/M/2018 tentang Perencanaan Teknis Fasilitas Pejalan Kaki. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, 2018.
[7] H. H. Harahap, "Analisa karakteristik penggunaan jembatan penyeberangan pada daerah perbelanjaan di Jalan Jendral Sudirman Kota Palembang," Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, vol. 2, no. 1, pp. 146-153, 2014.
[8] M. Setyowati, "Evaluasi fungsi jembatan penyeberangan orang (Studi kasus JPO Pasar Karang Ayu Semarang)," Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan, vol. 19, no. 1, pp. 17-24, 2017, doi: 10.15294/jtsp.v19i1.10492.
[9] M. Dixit, "Measures to improve pedestrian safety in urban areas," International Journal of Transportation Engineering and Traffic System, vol. 6, no. 1, pp. 1-7, 2020, doi: 10.30630/ijtets.6.1.142.
[10] W. Tao, S. Wang, and S. Fan, "Accessibility evaluation and barrier-free design of pedestrian overpasses," Journal of Asian Architecture and Building Engineering, vol. 19, no. 3, pp. 257-271, 2020, doi: 10.1080/13467581.2020.1742634.
[11] J. Kim, S. Lee, and S. Lee, "An analysis of pedestrian bridge utilization using pedestrian traffic surveys," Journal of Asian Architecture and Building Engineering, vol. 18, no. 3, pp. 186-193, 2019, doi: 10.1080/13467581.2019.1599268.
[12] R. Hasan, M. Napiah, and I. Zaman, "Factors affecting the effectiveness of pedestrian bridges utilization," International Journal of Engineering & Technology, vol. 7, no. 3.28, pp. 319-322, 2018, doi: 10.14419/ijet.v7i3.28.17792.
[13] J. Wu, E. Radwan, and H. Abou-Senna, "Pedestrian-vehicle delay and level of service at signalized intersections," Journal of Transportation Engineering, Part A: Systems, vol. 144, no. 6, p. 04018017, 2018, doi: 10.1061/JTEPBS.0000131.
[14] Y. Li, H. Guo, C. Xu, and Y. Wang, "Pedestrian crossing behavior at unsignalized mid-block crosswalks around the primary school," Procedia-Social and Behavioral Sciences, vol. 96, pp. 442-450, 2018, doi: 10.1016/j.sbspro.2013.08.052.
[15] J. W. Creswell and J. D. Creswell, Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches, 5th ed. Thousand Oaks, CA: Sage Publications, 2018. Perencanaan Teknis Fasilitas Pejalan Kaki*. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, 2018.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Aldyno Gazza Nugroho, Irfan Maulana, Marcellius Crisferdy N, Dani Fitria Brilianti (Author)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
